Menikmati kopi

Menikmati kopi
Tampilkan postingan dengan label artikel tentang pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel tentang pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2016

CARA BIJAK MEMBERI NASEHAT AGAR YANG DINASEHATI TIDAK KEHILANGAN HARGA DIRI



Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya....
pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab "orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya".
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua.... "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab "negara Cina, bulan, matahari dan bintang -bintang".
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga.... "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya menjawah "gunung, bumi dan matahari".
Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU"
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab "besi dan gajah".
Semua jawapan adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH"
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?"...
Ada yang menjawab "kapas, angin, debu dan daun-daunan".
Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermesyuarat kita meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"...
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang".
Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri

Cara memberi nasihat dengan berdialog seperti di atas sangat efektif. Disampaikan oleh orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan ilmu agama, pesannya bermakna, dengan tutur kata yang baik, dengan memuji semua jawaban anak, lalu menyempurnakan,  Ada sebuah ungkapan, bila nasihat disampaikan dari hati, akan sampai ke hati.
Berikut cara Bijak memberi nasihat :
1.      Dengan Tutur Kata yang Baik;   Kisah yang sangat inspiratif ini saya sajikan untuk menjelaskan betapa dahsyatnya bertutur kata yang baik. Ikuti kisahnya. Suatu ketika, seorang teman bertutur, di sebuah stasiun kereta api tanpa sengaja bertemu dengan seorang penjual asongan yang kehilangan tangan sebelahnya sedang menjajakan dagangannya karena hatinya iba dan ingin menolong. Dikeluarkan uang selembar sepuluh ribuan lalu diberikanlah uang itu padanya. Sejenak berpikir di dalam benaknya ia merasa bersalah, segera kembali penjual asongan dan mengatakan kepadanya, 'Maaf bapak, saya tidak bermaksud merendahkan bapak. saya tahu, bapak adalah seorang pengusaha.' Lalu mengambil sebuah pulpen kemudian meninggalkan penjual asongan.

Setahun kemudian teman itu melintasi stasiun kereta api yang sama. Terdengar suara seseorang menyapa dirinya. 'Apa kabar Mas?' sapa seorang pemilik toko di stasiun kereta api. 'Saya sudah lama menunggu anda di toko ini.' kata pemilik toko. "Barangkali anda lupa, saya adalah penjual asongan yang waktu itu yang anda sebut sebagai pengusaha, sehingga saya termotivasi kata-kata anda sehingga saya bekerja keras untuk memiliki sebuah toko,' katanya dengan bangga menunjukkan tokonya.

Teman itu menceritakan betapa terharunya dirinya karena ia tidak mengira penjual asongan yang dia jumpai setahun yang lalu kini telah memiliki sebuah toko yang cukup besar di stasiun kereta api.

Pesan dari kisah ini menunjukkan bahwa Tutur kata yang kita ucapkan memiliki sebuah kekuatan. Ucapan kita mampu memberikan motivasi seperti yang terjadi pada penjual asongan namun juga sebaiknya bila bertemu dengan orang yang tidak tepat malah menjerumuskan kita kepada kehancuran. Nabi mengajarkan kita agar senantiasa berkumpul dengan orang-orang sholeh, yaitu orang yang mampu menularkan kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian dalam hidup kita ( dari kisah Agus Syafii dalam http://nasehatislam.blogspot.com/2010/08/kekuatan-tutur-kata.html)

2.  Menasehati Secara Rahasia; nasihat yang baik, akan sia-sia bilamana tidak disertai cara menasihati yang baik, tempat dan kondisi yang baik pula. Menasehati orang lain secara terbuka, sama saja dengan membuka aibnya. Untuk itu para pemberi nasehat harus dapat merahasiakan apa yang dinasihatkan.

3.    Dengan Ilmu dan Pengalaman; agar nasihat dapat diterima dengan baik, maka isi dari nasihat tersebut haruslah sudah dikuasai oleh pemberi nasihat. Keakuratan data, tempat dan peristiwa sangat mempengaruhi kualitas dari nasihat tersebut.

4.     Memperhatikan Situasi dan Kondisi; situasi anak atau orang yang akan dinasihati harus menjadi perhatian pemberi nasihat. Memberi nasihat di meja makan, ketika sedang makan bersama, akan merusak situasi. Carilah situasi yang baik dan tenang ketika anda ingin memberi nasihat.

5.    Menjadi Teladan; teladan itu adalah sebuah nasihat tanpa kata-kata. Teladan itu juga bisa dikatakan sebagai satunya kata dengan perbuatan. Jika pemberi nasihat sudah melakukan terlebih dahulu apa yang akan dinasihati, maka nasihat yang diberikan kepada seseorang akan lebih bermakna.

6.  Sabar; tidak ada yang bisa menjamin apa yang dinasihatkan itu diterima di pikirannya, dihatinya dan dilakukannya. Untuk itu pemberi nasihat harus bersabar dan mencari cara yang lebih baik lagi.

7. Mendoakan ; Nasihat yang baik itu bersumber dari ajaran kebaikan, sedangkan pemberi nasihat hanya bisa menyampaikan dengan sumber daya yang dimiliki. Kekuatan doa akan menambah kekuatan hati, pikiran dan amalan.

Demikian, semoga bermanfaat

Rabu, 23 Maret 2016

CARA BIJAK MENUNDUKKAN EGO PRIBADI


Ego Pribadi, dalam tataran yang wajar ego pribadi menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self esteem) dan kepercayaan diri atau self confidence. Namun, kalau keduanya berkembang berlebihan dapat berubah menjadi kebanggaan atau pride yang sangat dekat dengan kesombongan, arogansi atau takabur. Ketika sudah berubah menjadi kesombongan, maka ego pribadi akan mengambil alih kendali sehingga mempengaruhi perilaku seseorang.
           
Berikut ini adalah beberapa tip agar kita dapat mengambil alih kendali kekuasaan ego pribadi yang saya ambil dari Eko Jalu Santoso (2010), dalam bukunya Life Balance Ways;
·   Jangan tingalkan orang yang telah berbuat baik; keberhasilan seseorang tidak terlepas dari kerjasama atau bantuan orang lain. Untuk itu, hargailah orang yang telah mengangkat diri kita pada suatu pencapaian tertentu. Dengan tetap menjaga hubungan silaturahim, kita dapat memahami bahwa kita membutuhkan orang lain, seperti halnya orang lain membutuhkan kita.
·      Sikap dan cara kita memperlakukan orang lain. Itu adalah cerminan dari diri pribadi kita. Maka, bila kita ingin diperlakukan baik, maka kita harus memperlakukan dengan baik orang lain terlebih dahulu.
·   Hindarkan diri dari sifat Angkuh. Kesombongan dan arogansi ini hanya membuka jalan bagi ego pribadi menguasai kita. Diperlukan sikap kerendahan hati untuk menaklukannya.
·      Koreksi diri, bila kita telah melakukan tindakan egois yang mementingkan diri sendiri
·  Jangan biarkan prasangka negative berkembang memnuhi hati dan pikiran. Ubahlah menjadi prasangka positif yang dapat menimbulkan rasa saling menghormati dan menghargai
·    Kemampuan bersyukur dan menerima apa yang kita miliki, akan mencegah diri dari sifat serakah dan mencegah munculnya ego pribadi
·      Dekatkan diri pada Allah, ingatlah bahwa kesuksesan bukan semata-mata adalah hasil perjuangan kita, namun semuanya atas rahmat dan perkenanNya

Kesombongan adalah sebuah sikap yang menghambat adaptasi seseorang, bahkan dapat merusak hubungan yang telah terjalin sebelumnya. Kesombongan biasanya ditunjukkan dengan memperturutkan hawa nafsu, menunjukkan kehebatannya dalam meraih harta, kedudukan dan merasa dapat menguasai dunia walau dengan cara yang mengabaikan nilai nilai kebenaran. Dalam pergaulan, tidak ada orang yang menyukai dan mau bergaul dengan orang-orang seperti ini. Kalaupun ada orang yang mau menjadi teman, biasanya teman yang semu yang hanya ingin mengambil keuntungan dari pergaulan yang dibangunnya.

TIPS MENGATASI RASA KHAWATIR PADA ANAK



Rasa khawatir bagi seorang anak lebih kepada rasa takut kehilangan rasa sayang dan rasa tidak dicintai dari orang-orang terdekatnya. Untuk mengatasi rasa khawatir pada diri anak, terlebih dahulu orang tua dan guru mengetahui keadaan anak:
  • Mencari tahu penyebab anak merasa khawatir. Apakah dari sesuatu bayang-bayang yang muncul dari perkataan seseorang, dari apa yang baru ditontonnya, atau penyebab lainnya.
  • Periksa kondisi kesehatan fisik. Rasa khawatir dapat menyebabkan turunnya daya tahan anak. Menjaga kesehatan fisik dapat mengurangi rasa khawatir anak.
  • Anak merasa sendirian, rasa khawatir dapat berkembang dari perasaaan tidak diperhatikan, tidak dihargai dan tidak dianggap. Cara mengatasinya adalah dengan ikatan keluarga yang erat, teman yang baru dan dengan ilmu dan komunikasi, dan tentu saja yang paling penting membiasakan anak untuk menjalin hubungan vertical kepada Allah SWT.
  •  Salah memilih kawan. Kawan yang berperilaku buruk dapat membawa anak kepada energy negative. Untuk itu orang tua juga harus dapat mengetahui siapa kawan baik teman anak anda. Kawan yang baik dapat memberi energy positif terhadap diri anak, dapat mendukung dan jujur memberi respon akan masalah dan prestasi yang diraihnya.
  • Pola makan yang buruk, kebiasaan makan yang buruk dapat mengganggu kesehatan anak, dan ini dapat membuat anak merasa cemas dengan efek lain yang ditimbulkan, sakit lambung, sakit kepala, dan lainnya.
  • Pola tidur yang buruk. Kebiasaan anak tidur terlalu malam, karena chatting dengan teman-temannya melalui laptop dan HP,  atau nonton televisi sampai larut malam, akan mengganggu konsentrasinya dalam belajar.
  • Banyaknya waktu senggang. Waktu senggang yang tidak dimanfaatkan secara positif akan membuat anak merasa bosan dan mencari pergaulan di luar rumah. Itu merupakan pintu untuk membuka pergaulan dengan anak-anak dengan berperangai buruk.
  • Kekosongan hati, hati yang kosong karena jauh dari Allah akan membuat anak tidak jelas arah dan tujuan hidupnya. Dengan mengingat Allah dan menjaga ibadah hati akan merasa tenang.

CARA MENDIDIK ANAK : MEMBANGUN KOMUNIKASI


Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Komunikasi adalah keterampilan yang paling penting dalam kehidupan. Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi. Komunikasi bukan sekadar kata-kata yang kita gunakan. Nada suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh memainkan peran utama tentang bagaimana kita dapat memahami. Coba kita pikirkan, kita sudah menghabiskan bertahun-tahun belajar membaca dan menulis, bertahun-tahun belajar berbicara. Tetapi, bagaimana mendengarkan? Pelatihan atau pendidikan apa yang sudah Anda dapatkan yang memungkinkan Anda mendengarkan sehingga Anda benar-benar mengerti orang lain secara mendalam dalam kerangka acuan individu itu sendiri?

Inti dari komunikasi pada dasarnya adalah bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respons positif dari orang lain. Agar komunikasi menjadi efektif, dalam buku Cara AMPUH Merebut Hati Murid (2012), Saya mengutip cara Aribowo P & Roy Sembel (2003) dalam mengembangkan dan merangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri. Yaitu, REACH  (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble). Reach berarti merengkuh atau meraih. Cara bijak tersebut, adalah:

Respect (Menghargai); Cara pertama,dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah, pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Apa yang dilakukan orang tua untuk menghargai anaknya? Hargailah anak dengan cara “Mendengar Aktif”, Bila sedang berbicara kepada anak, tataplah matanya, dengarkanlah dengan penggunaan pancaindera kita, mendengarlah dengan seluruh diri. Maksudnya, telinga mendengar nada dan kata, sedangkan mata mendengar dan melihat mimik ekspresi wajah. Pikiran pun mendengar, yakni berusaha memahami apa yang dikatakan, Hati juga mendengar melalui penghayatan perasaan yang ada di balik kata-kata yang diucapkan. Mulut juga mendengar dengan mengutarakan perasaan-perasaan yang ditangkap dari pembicaraan dengan anak-anak.
           Bagi seorang Guru, Guru yang disenangi siswa adalah guru yang menghormati hak-hak siswa, baik hak-hak yang bersifat umum maupun hak privasi. Sebaliknya, guru yang suka mencela, banyak berkomentar buruk tentang siswa-siswinya, dan kurang menghargai pekerjaan serta karya mereka tidak disenangi oleh para siswa. Tidak ada interaksi yang positif tanpa disertai dengan rasa hormat. Andai kita harus mengkritik atau memarahi murid kita, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, kita dapat membangun kerja sama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektivitas kinerja kita.Menurut pakar komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya, How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan, "Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai." Dia mengatakan itu sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi).

Empathy (Empati);  Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Rasa empati akan membuat kita dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya.
Empati dapat menjadi kunci menaikkan integritas dan kedalaman hubungan dengan orang lain. Semakin kita dekat dan merasakan kesusahan atau penderitaan yang dialami orang lain, maka kita akan semakin mengerti dan menyadari betapa berartinya hidup kita. Mungkin kita akan merasa lebih beruntung karena tidak sampai mengalami penderitaan yang demikian.

Audible (Didengar/Dimengerti) ; Makna audible, antara lain, adalah dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu atau mampu menerima umpan balik dengan baik, audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan.
Clarity (Jelas); Selain pesan harus dapat dimengerti dengan baik, cara keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan tersebut sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi, kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan) sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Sebab, tanpa keterbukaan, akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.

Humble (Rendah Hati); Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan cara pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Bagaimana komunikasi yang menunjukkan kerendahan hati? Komunikasi dengan kerendahan hati adalah mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahwa Tuhan memberi kita dua buah telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan. Dengan hanya mendengar, kita dapat memecahkan sebagian besar masalah yang kita hadapi. Mendengar juga berarti mau membuka diri dan menerima, suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri. Dalam mengkritik atau memenangkan suatu persaingan kita tidak perlu menunjukkan kehebatan maupun memamerkan apa yang kita miliki, bahkan ketika kita menang sekalipun tidak ada rasa pamer atau kesombongan yang terlihat.

 Demikianlah, semoga bermanfaat

Selasa, 22 Maret 2016

CARA BIJAK MEMBANGUN KONSEP DIRI




Anak-anak dengan konsep diri negatif memiliki sikap "tidak bisa melakukan". Maksudnya tidak memiliki kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu karena mindset “tidak bisa” sudah melekat di pikirannya. Mereka menjadi lebih mudah frustrasi dan menyerah pada tugas-tugas yang sulit. Anak-anak ini mungkin menunjukkan masalah perilaku jika "nakal" atau "buruk" adalah bagian dari konsep diri mereka. Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak mereka mengembangkan konsep diri yang positif?, Feed Burner (2012), dalam artikel Membangun Konsep diri Positif, mengatakan ada 4 tindakan yang harus dilakukan orang tua;
  1. Sadar Bahasa ; Jadilah sadar bahasa untuk menggambarkan anak-anak Anda. Jangan label mereka dengan kata-kata seperti 'malas', 'nakal', 'agresif', atau 'bodoh.' Sebaliknya, mencari dan menunjukkan kekuatan anak Anda.
  2. Kesempatan untuk sukses. Berikan anak Anda sesuai dengan usianya untuk dapat menyelesaikan tugas sendiri. Setelah melakukannya akan memberinya rasa bangga dan membantu membangun mentalitas "bisa melakukan" dalam membangun konsep diri positif.
  3. Berikan Contoh tentang Kebaikan ; Ini adalah masalah pilihan bahasa. Misalnya, jika anak Anda, frustrasi, memukul anak lain, Anda mungkin berkata, "Kamu gadis nakal Bagaimana kau bisa begitu berarti! Aku tidak percaya kau memukulnya!! Anda berada dalam masalah besar!" Atau, Anda bisa mengatakan, "Kamu menjadi frustrasi dan memukulnya. Ini tidak ok untuk memukul. Aku tahu kau tidak bermaksud menyakitinya Bagaimana Anda bisa mengekspresikan frustrasi Anda dengan cara yang berbeda? Apakah Anda ingin bola stres untuk memeras.? " Mana yang menurut Anda mengarah ke positif konsep diri?
  4. Belajar dari Kegagalan; Kegagalan juga merupakan alat pembelajaran bagi anak-anak, dan orang tua tidak perlu melindungi mereka dari semua kegagalan. Bahkan, anak-anak dengan konsep diri positif yang mengalami kegagalan, mereka dapat menerima kesalahan atau kelemahan karena mereka tahu bahwa mereka kompeten.

TIPS CARA MENGENALKAN KONSEP DIRI PADA ANAK




Hidup adalah sebuah perjalanan, agar perjalanan tersebut bermakna dan mencapai tujuan seperti yang diharapkan, manusia perlu mengetahui lebih jauh siapa dirinya, potensi dan kemampuannya, dan ke mana tujuan yang akan dituju. Untuk itu setiap anak yang akan memulai perjalanan hidupnya memerlukan apa yang dinamakan konsep diri. Konsep diri (self concept) adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen, 1998). Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Sedangkan menurut Beck, Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisikal, emosional intelektual , sosial dan spiritual.
      Konsep diri menurut Rogers (1972) adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
Konsep-diri memiliki tiga dimensi, yaitu: Pertama, pengetahuan tentang diri, adalah informasi yang tentang diri sendiri.  Misalkan, jenis kelamin, potensi, penampilan, dan sebagainya. Kedua, pengharapan; adalah gagasan anda tentang kemungkinan menjadi apa kelak. Dan  Penilaian terhadap diri anda; yang merupakan pengukuran anda tentang keadaan anda dibandingkan dengan apa yang menurut anda dapat dan seharusnya terjadi pada diri anda.
            Hasil pengukuran tersebut adalah rasa harga diri. Konsep-diri memiliki dua kecondongan, yaitu:   Konsep-diri NEGATIF dan  Konsep-diri POSITIF.  Andrie Wongso, seorang motivator Indonesia, dalam Majalah Luar Biasa (Januari 2013) mengatakan bahwa Individu dengan konsep diri positif akan memaknai segalanya dengan nilai-nilai positif. Sedang individu dengan konsep diri negatif akan memaknai setiap pengalaman dan ujian yang didapat dalam hidup dengan cara pandang negatif. Keseimbangan dalam artian sisi positif dan negatif yang ada dalam diri setiap individu seperti kebaikan dan keburukan menjadi satu kesatuan utuh. Positif dan negatif berada berdampingan. Keduanya saling tarik-menarik dan muncul ke permukaan menjadi salah satu karakter dalam diri kita. Individu dengan konsep diri positif akan memaknai segalanya dengan nilai-nilai positif. Sedang individu dengan konsep diri negatif akan memaknai setiap pengalaman dan ujian yang didapat dalam hidup dengan cara pandang negatif. William D. Brooks dan Philip Emmer memberi lima ciri untuk orang dengan konsep diri negatif yaitu :
  1. Peka terhadap kritik; Orang dengan konsep diri negatif akan peka terhadap kritik. Adanya kritik tidak akan diterima dengan tangan terbuka tapi justru akan membuatnya naik pitam dan mudah marah. Dengan begitu orang dengan konsep diri seperti ini akan selalu menghindari dialog terbuka dan bersikeras mempertahankan pendapatnya.
  2. Responsif ;Orang dengan konsep diri negatif juga responsif sekali terhadap pujian yang diterimanya. Bisa terlihat dari antusiasmenya ketika menerima pujian.
  3. Hiperkritis; terhadap orang lain dalam artian ia selalu mengeluh, mencela, dan meremehkan siapa pun.
  4. Perasa :Merasa tidak disenangi orang lain, merasa tidak diperhatikan. Karena itu reaksi awal terhadap orang lain adalah menganggap mereka sebagai musuh.
  5. Menghindari Persaingan : Orang dengan konsep diri negatif tidak suka dengan persaingan dan menghindari sebuah kompetisi.
     Berbanding terbalik dengan konsep diri negatif adalah konsep diri positif. Ciri yang terdapat dalam konsep diri postif adalah:
1.     Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah
2.      Ia merasa setara dengan orang lain.
3.      Ia menerima pujian tanpa rasa malu.
4.      Ia menyadari bahwa setiap orang punya berbagai perasaan, keinginan dan perilaku  yang seluruhnya tidak disetujui masyarakat.
5.   Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

 Semoga bermanfaat

TIPS MENUMBUHKAN HARGA DIRI ANAK




Harga diri atau self esteem adalah pandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Harga diri atau penghargaan diri merupakan kebutuhan manusia yang sangat mendasar yang memberikan kontribusi yang sangat penting terhadap proses kehidupan yang sangat penting bagi perkembangan yang normal dan sehat, penghargaan diri memiliki nilai bertahan hidup. Branden (2005) mengartikan Harga diri sebagai keyakinan dan hak kita untuk bahagia, perasaan berharga, layak, diijinkan untuk menilai kebutuhan dan keinginan kita serta menikmati buah dari kerja keras kita.
                    Bagaimana cara menumbuhkan sifat dan harga diri yang positif?, ada trik menarik yang disampaikan oleh Abla Bassat Gomma (2006), seorang Psikolog dan Motivator dari Libanon dalam buku terjemahannya berjudul Melejitkan Kepribadian Diri. Trik tersebut baik untuk dipahami bagi kita sebagai orang tua dan guru di sekolah, untuk selanjutnya diajarkan melalui contoh dan pembiasaan. 12 langkah untuk menumbuhkan sifat harga diri yang positif  tersebut adalah ;
1.      Jangan Membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain; setiap anak adalah unik, dan semua memiliki keistimewaan masing-masing. Sekolah dan orang tua kerap sekali membanding-bandingkan anaknya dengan anak orang lain. Misalnya, peringkat atau ranking di kelas, dengan membuat peringkat artinya sekolah telah membandingkan anak yang satu dengan yang lain. Ini hanya bagus untuk anak yang berprestasi 10 besar, namun akan mencederai harga diri anak lainnya di dalam kelas tersebut. Pada sekolah yang telah menerapkan pendekatan kecerdasan majemuk (multiple intelligence), setiap anak akan dihargai dan memiliki kelebihannya masing-masing. Bila di sekolah konvensional, anak hanya dihargai prestasi akademisnya, di sekolah yang menerapkan kecerdasan majemuk, semua anak berhak juara, mulai dari juara prestasi akademis, prestasi menerapkan budaya sekolah seperti disiplin, tanggung jawab, empathy, kerja keras (effort), beretika, sabar dan yang lainnya.
2.      Jangan Merasa Rendah Diri; rasa rendah diri itu menunjukkan ketidakmampuan terhadap suatu pekerjaan dan hasrat. Sebagai orang tua dan guru di sekolah, misalkan kata kata yang terlontar, “Saya tidak mampu melakukan sesuatu, saya tidak mempunyai kemampuan untuk mencapai hasrat saya” kata-kata ini akan menjadi virus yang mematikan potensi anak-anak. Bila kita merasa tidak mampu, sebaiknya tetap menggunakan kata optimis, misalkan “ini pekerjaan berat dan saya tertantang untuk mengerjakannya, mari kita pelajari dan mencari caranya”.
3.      Terimalah setiap saran yang ditujukan kepada Anda dengan mengatakan ‘terima kasih’; jika Anda menolak setiap saran orang dengan mengatakan “Ah, nasehat ini sama sekali tidak berarti bagiku”, Maka Anda seolah-olah menujukkan bahwa diri Anda bukan seorang yang layak untuk dinasehati, jika ada yang memberi saran kepada Anda, katakana saja ‘terima kasih’. Cara ini juga harus ditumbuhkan kepada diri anak, menolak saran orang lain akan terkesan menjadi orang sombong, dan akan dijauhi dalam pergaulan. Kita boleh saja menerima saran dari siapapun, keputusan menggunakan saran atau tidak, tetap kepada diri kita masing-masing.
4.      Gunakan kalimat Motivasi; cobalah ulangi kata-kata berikut, “Saya Bisa…!, saya mampu …!” ungkapkan kata-kata ini berulang-ulang terutama sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Ungkapkan kata-kata ini dengan penuh perasaan dan dekatkanlah diri kita kepada Allah, Tuhan yang Maha Mengabulkan doa dan usaha hambaNya.
5.      Manfaatkan Potensi Anda untuk menemukan harga diri; Membaca buku yang bermanfaat, mendengar ceramah-ceramah, dan kisah orang sukses dan tontonan yang positif dapat menumbuhkan perasaan harga diri. Sebaliknya tayangan tentang kegagalan, dan perilaku tidak mendidik akan menurunkan harga diri.
6.      Bergaul dengan Orang orang yang baik; ketika kita bergantung kepada orang-orang yang tidak berakhlak, mereka akan berusaha untuk terus mengkritik segala yang Anda lakukan atau ucapkan. Untuk itu sebagai orang tua, kita harus sangat peduli terhadap pergaulan anak-anak kita, salah bergaul dapat berakibat fatal terhadap harga diri dan masa depan anak.
7.      Tulis Perkara-perkara yang menjadikan Anda berhasil;  hendaknya perkara-perkara yang Anda tulis tidak hanya mengenai hal-hal yang menyebabkan Anda menjadi sukses seketika, tapi juga hal-hal yang sederhana seperti; kemampuan merapikan barang, membaca buku, berprestasi, merealisaikan tujuan dan lain-lain. Baca tulisan Anda berulang-ulang, dan ketika Anda membaca, cobalah persiapkan ungkapan perasaan gembira ketika Anda menemui kesuksesan nanti. Mari kita coba resep ini bersama anak kita.
8.      Tulislah Sifat-sifat Baik yang ada Pada Diri Anda; apakah Anda orang yang jujur, tidak egois, selalu membantu orang lain?. Cobalah paling sedikit 10 sifat yang Anda dan anak anda miliki dan baca tulisan itu berulang-ulang. Sebagian orang mengungkapkan hal-hal yang tidak baik pada dirinya dan mereka merasa heran mengapa hidup mereka tidak berjalan sebagaimana wajarnya. Mulailah dari sekarang untuk memfokuskan diri kepada sifat-sifat yang baik untuk memberi kesempatan kepada diri Anda mencapai segala objek dan tujuan yang diinginkan.
9.      Mulailah dengan ber-infaq; kita tidak membicarakan tentang infaq materi, tapi yang dimaksud infaq kepada diri sendiri. Bergaulah kepada orang lain dan bantu mereka. Jangan sekali-kali membandingkan diri anda dengan orang lain. Manfaatkan potensi Anda dengan baik yang merupakan pemberian Allah sebagai bukti cinta-Nya kepada Anda. Jangan membebani diri di luar kemampuan yang kita miliki.
10.  Lakukan Aktivitas yang Disukai; bila Anda setiap hari melakukan aktivitas yang tidak disukai, maka akan sangat sukar bagi Anda untuk menumbuhkan perasaan yang baik terhadap diri sendiri. Cobalah lakukan aktivitas yang Anda sukai.
11.  Jujurlah terhdap diri sendiri; jangan melakukan pekerjaan yang disukai orang lain, sedangkan diri Anda sendiri tidak menyukainya. Anda tidak akan merasa terhormat terhadap diri Anda sendiri, jika tidak mengendalikan kehidupan yang Anda ridhai.
12.  Teruslah bersikap proaktif; anda tidak akan merasa mempunyai hargai diri, jika anda terus duduk dan menjauhi setiap tantangan. Jika Anda tidak mau bekerja karena rasa takut dan khawatir maka Anda akan merasa rendah diri dan tidak bahagia. Dan kehancuran harga diri anda sudah pasti diambang pintu. Cobalah bersikap proaktif dengan tidak memikirkan apakah Anda akan berhasil atau tidak dengan kegiatan Anda, niscaya Anda akan merasa tenang.

Demikian tips menumbuhkan harga diri anak ini, semoga bermanfaat